ryan koko's. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Penyebab Nyeri Pascabersalin

Mengenal 4 Penyebab Nyeri Pascabersalin

Pascabersalin tubuh ibu akan mengalami beberapa perubahan yang alami. Perubahan ini merupakan serangkaian proses yang diperlukan tubuh untuk  pemulihan kondisi fisik dan penyesuaian dari masa hamil menuju masa nifas dan menyusui. Ada beberapa perubahan yang sewajarnya dialami oleh para ibu pascabersalin dan merupakan sesuatu yang tidak perlu dicemaskan.

Namun demikian kurangnya informasi tentang proses perubahan yang terjadi tersebut akan menimbulkan rasa kuatir dan bahkan ibu  nifas merasa kurang nyaman akibat rasa nyeri yang kadang dirasakan. Oleh karena itu, perlu kita mengenal sejumlah penyebab nyeri pada ibu pascabersalin berikut ini :

1. Nyeri pada perut (rahim)

Pada saat hamil, rahim seorang ibu akan membesar sesuai ukuran janin yang dikandung. Begitu bayi lahir maka perlahan-lahan rahim akan menyusut dan mengecil hingga sebesar buah pir kecil. Proses kembalinya ke bentuk semula dari rahim ini disertai dengan rasa seperti kram pada perut.

Dalam kebidanan disebut dengan kontraksi rahim. Kontraksi rahim ini diperlukan agar rahim dapat segera mengecil dan pembuluh darah yang terluka saat lepasnya ari-ari dari dinding rahim dapat segera menutup kembali, sehingga tidak terjadi perdarahan. Kadang, sensasi nyeri seperti kram ini semakin terasa saat menyusui, ibu tak perlu cemas karena justru dengan rangsangan hisapan bayi akan membantu keluarnya hormon oksitosin yang membantu proses kontraksi rahim tersebut. Maka, tidak mengherankan bila ibu menyusui akan lebih cepat pulih rahimnya dan terhindar dari risiko perdarahan juga. Gunakan gurita yang nyaman, sering buang air kecil dan lakukan relaksasi nafas bila nyeri atau kram tersebut muncul.

2. Nyeri payudara

Paska persalinan setelah dua atau tiga hari seorang ibu nifas akan merasakan payudaranya mulai sedikit tegang dan penuh. Sekitar payudara terasa nyeri sedikit dan membengkak. Pada keadaan ini, payudara telah memulai fungsinya memproduksi air susu bagi bayi. Produksi ASI semakin hari akan semakin banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan penghisapan yang teratur dari bayi sejak lahir, yakni dengan inisiasi menyusu dini.

Pada beberapa ibu nifas, ada yang mengalami pembesaran kelenjar susu hingga di area sekitar ketiak. Tidak perlu khawatir itu bukan penyakit atau kelainan, namun karena aktivitas hormon yang memproduksi ASI bagi bayi. Bagian puting payudara juga akan sedikit keras dan sensitif.  Gunakan bra yang nyaman, lakukan kompres hangat pada sekitar payudara dan sering kosongkan ASI dengan menyusui  untuk meredakan keluhan nyeri.

3. Nyeri perineum dan bengkak pada vagina

Pada saat latihan duduk dan berjalan pascabersalin, ibu nifas mungkin akan mengalami keluhan sedikit nyeri pada sekitar jalan lahir baik bekas luka jahitan maupun keluhan bengkak atau lecet  pada vagina. Tidak perlu cemas, pada keadaan dimana bagian tubuh mengalami robekan maka saraf di sekitar luka akan menjadi sangat peka dan timbul nyeri, namun semakin aktif bergerak, rasa nyeri akan semakin berkurang.

Pada keadaaan bengkak atau lecet pada sekitar vagina  mungkin sementara akan sedikit mengganggu kenyamanan ibu, tak perlu cemas hal ini akibat penekanan kepala bayi saat lahir. Keadaan bengkak pada vagina secara perlahan akan mengempis dan kembali ke bentuk semula. Lakukan relaksasi nafas panjang saat latihan duduk atau jalan agar mengurangi nyeri. Yang perlu dilakukan adalah mengenakan pembalut dengan tepat, menjaga kebersihan luka jahitan, bila perlu lakukan rendam air hangat untuk mengurangi keluhan nyeri.

4. Nyeri hemoroid atau ambeien

Pada saat mengejan melahirkan tak jarang menimbulkan hemoroid (ambeien) yang diderita ibu sebelumnya menjadi keluar  dari dubur dan terasa nyeri. Dengan penanganan kompres rendam air hangat akan sangat membantu mengurangi nyeri. Bila memang diperlukan bidan dan dokter akan membantu menggunakan jelly pelumas untuk memasukkan kembali hemoroid tersebut. Tetap menjaga kebersihan area sekitar dubur dan jangan takut untuk buang air besar atau mengejan.

Semua penyebab nyeri tersebut dapat dikurangi dengan mengalihkan perhatian pada perawatan bagi buah hati ibu. Bila semakin terkonsentrasi pada rasa nyeri, maka keluhan akan semakin terasa mengganggu kenyamanan. Jalani semua dengan hati ikhlas sebagai seorang ibu. Terapi atau pengobatan nyeri tidak selalu dibutuhkan sejauh ibu mampu mengatasi dengan relaksasi dan memahami penyebabnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asam Urat


Asam Urat
Artritis Gout (Radang Sendi Asam Urat) adalah peradangan sendi akut yang disebabkan oleh pengendapan kristal asam urat dalam rongga sendi.
Gejala klasik asam urat ialah serangan akut berulang yang sangat nyeri pada jempol kaki, beberapa sendi lainnya. Asam urat akut sering berulang dan berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).
Asam urat berasal dari purin yang ada dalam inti sel yaitu asam nukleat baik yang berasal dari tubuh manusia sendiri (penderita leukimia memiliki kadar asam urat yang tinggi) maupun dari makanan seperti daging merah, jeroan , seafood. Kadar normal kandungan asam urat pada manusia adalah 4-7 mg/dl. Asam urat yang terbentuk dalam tubuh kebanyakan akan dibuang via penapisan urin.

Penyebab Peningkatan Asam Urat dalam Tubuh
  1. Produksi Asam Urat Berlebihan, yang disebabkan karena faktor genetik (mutasi enzim HGRT), penderita leukimia, asupan tinggi purin, obesitas dan hipertiglideridemia, konsumsi alkohol, konsumsi fruktose.
  2. Ekskresi/Pengeluaran Asam Urat Berkurang, yang disebabkan karena faktor genetik (penurunan ekskreasi fraksional urate), penyakit ginjal kronik, obat-obatan dierutik tiazid salisilat pirazinamid,obesitas dan kurangnya produksi urin.
Konsumsi daging merah, jeroan, alkohol dan seafood meningkatkan kejadian artritis gout, sedangkan sayuran yang kaya purin san susu tidak menyebabkan peningkatan terjadinya artritis gout. Hal ini didasarkan dari hasil penelitiannya selama + 15 tahun ke 4000 orang.
Artritis Gout berulang akan menyebabkan artritis akut diberbagai sendi. Artitis Gout selama 10 tahun akan menyebabkan terjadinya pengendapan kristal asam urat dalam sendi yang disebut tofus dan batu ginjal. Jumlah tofus berhubungan dengan berat dan lamanya artritis dan kadar asam urat. Tofus ringan bila kadar asam urat 10-11 mg/dl, berat jika > 11 mg/dl.
Penatalaksanaan Asam Urat
Jenis Komplikasi Asam Urat
Penatalaksanaan
Hiperurisemia (Peningkatan kadar asam urat)
-
Diturunkan dengan diet rendah purin, menghindari makanan daging merah, jeroan, alkohol dan seafood
-
Diobati dengan pemberian Obat Allopurinol yang dapat menghambat terbentuknya asam urat dan Obat Probenesid yang dapat merangsang pengeluaran asam urat melalui urin
Artritis Gout Akut
-
Sendi yang meradang diistirahatkan
-
Diberikan obat anti inflamasi non steroid ( OAINS), Kortekosteroid dan Kolkisin
-
Setelah peradangan tenang, diberikan obat penurun asam urat (Allopurinol dan Probenesid). Lama pemberian obat ini adalah 1 tahun setelah konsentrasi asam urat normal.
Artitris Gout bertofus
-
Diet Rendah Purin
-
Obat Allopurinol dan Probenesid
-
Sering terjadi kekambuhan radang akut sewaktu pemberian obat. Kendala ini diatasi dengan memberikan obat kolkisin sebagai tambahan.
-
Pemberian obat ditujukan untuk mencegah kambunya peradangan dan menghilangkan tofus. Obat diberikan selama bertahun -tahun.
Batu Ginjal Asam Urat
-
Batu Asam Urat terjadi bila kadar asam urat dalam urin meningkat dan pH urin asam < 5,7
-
Dapat dilarutkan dengan meminum obat Natrium Bikarbonat, dengan dosis 3 X 1 gr/ hari sampai pH urin menjadi basa ( >7) dan disertai banyak minum sehingga volume urin lebih dari 2 liter/hari
-
Tidak diperlukan operasi untuk mengeluarkan batu ginjal asam urat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

REMATIK


REMATIK

Rematik adalah penyakit kelainan pada sendi yang menimbulkan nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal ( sendi, tulang, jaringan ikat dan kaku ). Umumnya Rematik tidak berbahaya, namun mengganggu karena rasa nyerinya. Contoh penyakit Rematik diantaranya:
  1. Osteoartritis Lumbal, yaitu pengapuran sendi pada lumbal
  2. Osteoartritis Lutut, yaitu pengapuran sendi pada lutut
  3. Frouzen Shoulder yaitu nyeri di jaringan ikat pada bahu dan biasanya penderita tidak dapat mengangkat lengan atas lebih tinggi
  4. Trigger Finger,
  5. Osteoporosis, yaitu pengeroposan tulang
Penyakit rematik yang banyak ditemukan adalah Osteoartritis atau pengapuran sendi yang sering disebut dengan istilah OA. Berikut Tabel perbedaan antara Osteoartritis dan Osteoporosis.

Osteoarthritis
Osteoporosis
Pengertian
OA adalah pengeroposan pada sendi yang disebakan karena proses penuaan yang menyebabkan kerusakan rawan sendi. Sendi yang terkena adalah sendi yang biasanya sering digerakan dan sering mendapatkan beban seperti pergelangan tangan, siku, pinggang, lutut dan engkel pada tumit. OA terjadi akibat berkurangnya cairan sinovial pada sendi, peningkatan enzim penghancur matrix rawan sendi, penurunan pembentukan proteoglikan,mulai pecahnya atau ausnya rawan sendi yang membungkus ujung tulang, terjadinya osteofit(Pengapuran sendi
Osteoporosis adalah pengeroposan tulang dimana jumlah jaringan tulang telah berkurang dan ada risiko yang besar untuk terjadi patah tulang
Gejala
  Kaku dan nyeri sendi di beberapa sendi yang terkena,
  Hambatan Gerakan sendi,
  Sendi secara perlahan membesar (deformitas),
  Gemeretak (krepitasi)
  • tubuh makin pendek,
  • Nyeri tulang,
  • Tulang mudah patah

Penyebab
Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi: Usia, ras kulit hitam lebih besar resikonya dibanding ras lainnya, genetik, gender wanita, penyakit metabolik seperti diabetes, kelainan bawaan seperti tulang kaki bentuk O atau X.
Faktor resiko yang dapat dimodikasi: trauma / cidera, benturan berulang, gemuk, rokok, hormon dan kelemahan otot

  Hormon esterogen berkurang (wanita menopause),
  Alkohol, rokok,
  Kurangnya aktifitas,
  Proses menua,
  Kekurangan asupan kalsium dan
  Penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempercepat osteoporosis
Pencegahan
  Usia, Genetik, gender tidak dapat dicegah
  Hindari cidera, benturan berulang, gemuk dikurangi, menghentikan rokok,
  Mengkonsumsi Vit C, E, Beta Karoten, dan terapi sulih hormon
  Hindari berjalan lebih dari 2 mil/hari, berlari, berdiri terlalu lama, dan mengangkat beban > 25 kg yang dilakukan rutin
  Hati - hati bagi operator keyboard komputer, artis pertunjukan, pembersih karpet dan lantai, pekerja tambang, petani dan pemintal benang
  Melakukan aktifitas fisik teratur (jalan kaki 30-60 menit/hari, olah raga dengan beban),
  Hindari alkohol dan rokok
  Hindari risiko terjatuh
  Hindari penggunaan obat sendiri untuk jangka panjang karena ada obat yang dapat mempercepat osteoporosis
Pengobatan

  • Osteoporosis pasca menopause: terapi estrogen
  • Obat untuk menghambat proses penyerapan tulang: alendronat, kalsitonin
  • Asupan Kalsium yang cukup : 1000-1500 mg/hari
  • Vitamin D, 400 U/hari. karena pada manula pembentukan vitamin D dikulit terganggu












Hal - hal lain yang penting diketahui akan penyakit rematik adalah:
  1. Penyakit rematik tidak menimbulkan stroke atau kelumpuhan
  2. Obat rematik tanpa pengawasan dokter, jamu rematil dan pegal linu berisoko menimbulkan nyeri pada lambung dan merusak ginjal
  3. Obat rematik yang diresepkan dokter selalu memberi obat pelindung lambung bila meresepkan obat rematik

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ASMA

Penyakit Asma (Asthma)

Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.




  • Penyebab Penyakit Asma

  • Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.

    Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.

    Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.

    Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Asma

  • Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

    - Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
    - Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
    - Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
    - Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
    - Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

    Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

  • Cara Menghindari Serangan Asma

  • Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

    Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma

  • Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.

    Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Demam Berdarah Dengue (DBD)

    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

    Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

    ·  Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue
    Masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :
    1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius)
    2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan
    3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya
    4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali)
    5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok
    6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi)
    7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala
    8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi
    9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian
    10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

    ·  Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue
    Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

    ·  Pengobatan Penyakit Demam Berdarah
    Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).
    Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. 

    Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
    - Paracetamol membantu menurunkan demam
    - Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
    - Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

    Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

    ·  Pencegahan Penyakit Demam Berdarah
    Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :
    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah
    2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14)
    3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion)
    4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    MALARIA


    MALARIA


    1.  Etiologi
    Penyakit Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium Masa tunas/inkubasi  penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan.

    2.  Gejala Penyakit
    Gejala klasik adalah : suatu parokisme yang terdiri dari 3 stadium, yaitu:
    1. Mengigil 15 - 60 menit
    2. Demam 2 - 6 jam; timbul setelah penderita mengigil, demam biasanya suhu sekitar 37,5 – 40 derajat, pada penderita hiper parasitemia (> 5%) suhu meningkat sampai > 40 derajat celsius berlangsung
    3. Berkeringat selama 2-4 jam, timbul setelah demam terjadi akibat gangguan metabolisme.

    3.  Cara Penularan
    Penyakit Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung parasit:
    1. Plasmodium falciparum penyebab malaria tropika.
    2. Plasmodium vivax penyebab penyakit malaria tertiana
    3. Plasmodium malarie penyebab malaria quartiana
    4. Plasmodium ovale jarang ditemukan di Indonesia

    Ciri-ciri penyakit malaria adalah : sewaktu mengigit akan membentuk sudut sekitar 45 derjat.

    4.  Siklus Parasit Malaria
    Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia, akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). Setelah sel hati pecah, akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke erotrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit

    5.  Kewaspadaan Masyarakat
    Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga dilingkungan dengan gejala diatas segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan darah tepi.


    6. Pencegahan Penyakit
    Pencegahan dilakukan dengan :
    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.
    2. Pemberian ikan kepala pada tempat jentik nyamuk anopheles tinggal
    3. Larvasasi tempat perindukan nyamuk anopheles.
    4. Penggunaan kelambu
    5. Menggunakan revelen sewaktu keluar / bekerja di luar rumah pada daerah endemis malaria.

    7.  Pengobatan
    Pengobatan tergantung sensifitas dan jenis penyebabnya, dapat dipilih obat anti malaria yang paling tepat untuk setipa. Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk penderita malaria, masyarakat yang akan berangkat kedaerah endemis dan masyarakat yang datang dari daerah endemis.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis)

    Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) 

    Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

    Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

    Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).
    ·  Penularan Penyakit Kaki Gajah
    Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.

    Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
    ·  Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah
    Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya.


    Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain :
    • Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
    • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
    • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
    • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
    • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)

    Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu
    ·         pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
    ·  Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah
    Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity).

    Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan.

    Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.
    ·  Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah
    Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.

    Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.

    Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikanpada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau
    dalam keadaan lemah.

    Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.
    ·  Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
    Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan kedokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya.

    Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS